Close Menu
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
  • Beranda
  • Daerah
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Bisnis
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
13 Juli 2026
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
SUBSCRIBE
  • Beranda
  • Daerah
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Bisnis
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
Home » Presiden Jokowi Lepas Ekspor SGA Sebanyak 21 Ribu Ton di Bintan  
Berita Terkini

Presiden Jokowi Lepas Ekspor SGA Sebanyak 21 Ribu Ton di Bintan  

By adminRabu, 26/01/2022 - 09:00 WIBTidak ada komentar3 Mins Read
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melepas ekspor perdana smelter grade alumina hasil produksi PT BAI di KEK Galang Batang, Bintan, Selasa (25/1/2022).
Share
Facebook Twitter Reddit Telegram Pinterest Email

Bintan – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melepas ekspor perdana smelter grade alumina (SGA) hasil produksi PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Selasa (25/1/2022).

Didampingi Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi menekan sirine sebagai tanda melepaskan kapal Ocean Spring yang membawa eskpor alumina perdana di tahun 2022.

Ekspor SGA hasil produksi PT Bintan Alumina Indonesia ini merupakan hasil dari inisiasi Presiden Jokowi yang saat ini berkonsentrasi untuk melakukan hilirisasi industri dengan mengurangi ekspor bahan alam mentah atau raw material.

“Saya datang ke Bintan khusus untuk melihat bagaimana pembangunan PT Bintan Alumina Indonesia, dan saya kaget ternyata sudah segede ini,” ujar Jokowi.

Dengan mempercepat industri pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, Presiden Jokowi meyakini hal tersebut akan mampu membuka jutaan lapangan pekerjaan sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

“Ini yang dibutuhkan rakyat sekarang, terbukanya lapangan pekerjaan,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi menginginkan hilirisasi industri dilakukan dengan memanfaatkan alih teknologi, diiringi dengan pemanfaatan hasil alam yang berkelanjutan.

Indonesia saat ini dituntut untuk mengubah aktivitas perkenomian yang sebelumnya mengandalkan komoditas dan konsumsi, untuk kemudian masuk ke hilirisasi dan kemudian industrialisasi.

“Pola pikir kita memang harus kita rubah, ini harus menjadi negara industri kalau kita mau maju,” ungkap Jokowi.

Lanjutnya, oleh karenanya, hilirisasi menjadi rencana strategis yang ditujukan agar negara Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, dan kemudian mempercepat revitalisasi industri pengolahan. Strategi besar lainnya adalah digitalisasi UMKM dan pengembangan ekonomi hijau.

Sementara itu, Gubernur Ansar mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama-sama dengan Pemerintah Pusat terus berupaya menggali potensi yang dapat dijadikan pendapatan bagi daerah dan devisa bagi negara dari sektor pertambangan dan perindustrian.

Posisi strategis Kepri menjadi daya tarik dan modal utama yang layak untuk dikelola dan dikembangkan baik oleh pemerintah maupun swasta.

“KEK juga dapat menjadi magnet serta daya tarik investasi karena didukung dengan penyediaan infrastruktur serta pemberian fasilitas dan insentif untuk kemudahan berinvestasi,” ujar Ansar.

Ansar berharap dengan kehadiran Presiden Jokowi maka PT BAI terus menjalankan proyek-proyeknya sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus mendukung perkembangan dan pembangunannya.

“Semoga kehadiran KEK Galang Batang di Provinsi Kepulauan Riau dapat menumbuhkan iklim investasi yang positif dan kondusif,” katanya.

Untuk diketahui, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) adalah Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Galang Batang di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Pada ekspor tersebut, Presiden Jokowi melepas ekspor alumina sejumlah 21.000 ton yang bernilai 100 miliar US dollar.

Sebelumnya, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) telah melakukan ekspor perdana pada Juli 2021. Sebanyak 25.000 ton bubuk alumina dikapalkan dalam ekspor perdana ke Malaysia melalui pelabuhan KEK Galang Batang.

Hingga kuartal I tahun 2021, PT BAI telah merealisasikan investasi sebesar Rp 14 triliun di KEK Galang Batang. Tenaga kerja yang sudah terserap sekitar 4.000 orang.

Investasi itu digunakan untuk membangun refinery alumina kapasitas 1 juta ton per tahun, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), water reservoir, pelabuhan, coal gas plant, dan pembangunan kawasan. (r)

Presiden Joko Widodo Presiden Jokowi Lepas Ekspor SGA Sebanyak 21 Ribu Ton di Bintan Presiden Republik Indonesia PT BAI Bintan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Reddit Email
Previous ArticleCegah Bentrok Susulan di Sorong, Polisi Rangkul Tokoh Agama dan Masyarakat
Next Article Jokowi Apresiasi Capaian Vaksinasi di Kepri
admin
  • Website

Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Batam Kembali Juara Umum MTQ Kepri

By adminJumat, 10/07/2026 - 22:08 WIB

BATAM – Kota Batam kembali menegaskan dominasinya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi…

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas, untuk Perkuat Pengawasan Laut Natuna Utara

Jumat, 10/07/2026 - 21:51 WIB

Batam Jadi Percontohan Nasional SiTaskin Pesisir, Kemiskinan Turun ke 3,81 Persen

Rabu, 08/07/2026 - 22:35 WIB

Batam Butuh Lex Specialis Kependudukan untuk Kendalikan Migrasi

Rabu, 08/07/2026 - 22:26 WIB
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
© copyright 2026 lingkaran.co.id | Kabar Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.