Batam – Kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Batam bersama lapisan masyarakat akan gelar flash mob atau gerakan penolakan Bahan Bakar Minyak (BBM) di simpang Kepri Mall Kota Batam, pada Minggu (11/9/2022).
Gerakan aksi damai tersebut rencananya kegiatan dilakukan selama 2 hingga 3 jam, yakni dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai selesai.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Batam, Yusuf, S.Mn, MM mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat yang tidak setuju atas kenaikan BBM yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk ikut bersama-sama turun untuk melakukan gerakan flash mob tersebut.

“Gerakan ini nanti kita lakukan di perempatan simpang Kepri Mall, dari keempat sisi jalan itu akan diisi semua, yaitu dari arah Muka Kuning, Batam Center, bandara Hang Nadim dan Nagoya,” kata Yusuf, Jumat (9/9/2022).
Disebutkan Yusuf, masa nanti akan berdiri berbaris di sepanjang jalan simpang tersebut dan membentangkan spanduk serta poster dengan berbagai macam tulisan dan kata-kata penolakan terhadap kenaikan BBM.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah bukti nyata kesungguhan penolakan kenaikan BBM oleh PKS bersama masyarakat dan dilihat langsung oleh para pengendara yang melintas, sebab kenaikan BBM itu menambah beban masyarakat, terutama bagi kalangan menengah kebawah.
“Apalagi Provinsi Kepri dan khususnya Batam ini adalah daerah yang berbeda dari daerah lain. Akibat dari pandemi Covid-19 banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan rata-rata pelariannya ada jadi driver atau ojek online,” kata anggota DPRD Provinsi Kepri tersebut.
Dijelaskan Yusuf, sebelum kenaikan harga BBM ini, para driver taxi online sudah beberapa kali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Provinsi Kepri dan Dishub untuk meminta kenaikan tarif. Dengan ditambahnya kenaikan BBM ini maka akan menambah susah lagi usaha para driver taxi online.
“Begitu juga dengan para nelayan yang sebelumnya mengeluhkan susah untuk mendapatkan BBM Subsidi, masalah itu belum teratasi, eh malah sekarang harga BBM naik. Atas kenaikan BBM ini juga akan terjadi kenaikan sembako, sementara pendapatan masyarakat belum tentu bertambah,” tuturnya.
Dia berharap dengan adanya flash mob itu nantinya pemerintah mendengarkan aspirasi dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, serta menunda kenaikan BBM tersebut. Sebab menurutnya kebijakan pemerintah menaikan harga BBM saat ini waktunya tidak tepat.
“Aksi kita nanti kita tidak akan menganggu arus lalulintas. Gerakan ini adalah nasional, secara nasional diadakan pada Sabtu besok, namun khusus di Batam kita laksanakan pada hari Minggu,” tuturnya. (red)


