Batam – Sekitar 20 pangkalan resmi gas elpiji 3 Kg di Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam melakukan uji coba pembelian dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), hal ini sudah berlangsung sejak November 2022 lalu.
Uji coba pembeli harus menunjukkan KTP ini di Indonesia hanya untuk 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang, Kecamatan Ciputat di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ngaliyan di Kota Semarang, Kecamatan Batu Ampar di Kota Batam dan Kecamatan Mataram di Kota Mataram.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan, pangkalan elpiji 3 kg yang telah menerapakan uji coba tersebut akan melakukan pendataan NIK secara digital melalui sistem yang sudah ditetapkan oleh Pertamina.
Dengan melakukan pendataan secara digital lebih memudahkan dan mempercepat dalam penyelarasan dengan data yang dimiliki pemerintah pusat terkait data masyarakat miskin.
“Dengan adanya uji coba ini, dengan adanya pencatatan NIK secara digital kita jadi tahu konsumen mana yang benar-benar warga miskin dan tidak. Jadi data ini bisa diselaraskan dengan yang ada di pemerintah pusat. Nanti akan lebih mudah mengambil kebijakan selanjutnya,” kata Satria, Selasa 17 Januari 2023.
Diakuinya, sebelumnya pembelian gas elpiji 3 kg di pangkalan resmi juga menggunakan atau menunjukkan KTP di Kota Batam, namun pendataan yang dilakukan masih dalam bentuk manual atau belum secara digital.
“Sejatinya beli ke pangkalan itu juga menunjukkan KTP, tapi input NIK-nya masih manual di logbook. Sekarang sudah digital dan lebih mudah untuk dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait target penerapan uji coba tersebut, pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan bertahap. Melihat pelaksanaan di pangkalan resmi yang ada di Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam
“Target uji coba, yang pasti Kecamatan Batu Ampar ada 50 pangkalan dan sekarang masih bertahap, kita masih tunggu selanjutnya. Yang jelas dengan uji coba ini akan mengetahui data pembeli. bebernya. (red)











