TANJUNGPINANG  – Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM mengatakan, Tahun 2021 lalu, angka kasus kekerdilan (sunting), pada anak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berada di peringkat ke 30 dari 34 provinsi, di Indonesia atau urutan ke-empat terendah secara nasional.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM dihadapan Mendagri Tito Karnavian di Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Provinsi Kepri Dompak, Selasa (8/3). Dan Pemprov Kepri sendiri menargetkan, di Tahun 2024, nihil dari kasus sunting.

Dikatakan Ansar, bahwa hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kepri telah berkomitmen menurunkan angka stunting di Provinsi Kepri.

“Dimana tahun 2021 lalu, Provinsi Kepri menjadi urutan keempat terendah kasus stunting secara nasional,” ujar Ansar.

Sementara itu, lanjut Ansar saat ini angka stunting di Kepri terbilang cukup rendah, yakni sekitar 17,6 persen.

“Bahkan di tahun 2021 lalu, Provinsi Kepri berhasil menurunkan angka Stunting hampir 13,6 persen. Dan itu target yang sangat baik,” jelas Ansar.

Untuk itu, Ansar mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Kepri akan terus berupaya mendorong agar angka stunting di Provinsi Kepri dapat menurun.

Istilah stunting mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Padahal, masalah kesehatan satu ini cukup umum terjadi di Indonesia.

Bahkan, stunting sendiri pernah menjadi masalah yang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan lewat kampanye bertajuk ‘Melawan Stunting’. Secara umum, stunting adalah salah satu penyakit kronis yang memengaruhi faktor pertumbuhan anak-anak.

“Upaya penurunan angka stunting ini, sudah dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK se Kepri, organisasi-organisasi kewanitaan, para stakeholder dan dukungan dari pemerintah daerah dengan koordinasi yang baik. Dibuktikan dengan kehadiran dan peran ketua dan pengurus TP PKK Kepri,” ungkap Gubernur Ansar. (hk)

 

 

 

 

 

Share.
Leave A Reply