BINTAN – Tim SAR Gabungan memperluas upaya pencarian terhadap Dinar (51), awak kapal KM Kawal Jaya 9 yang dilaporkan hilang di Perairan Utara Berakit, Kabupaten Bintan. Memasuki hari kedua, Sabtu (31/10/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut difokuskan pada penyisiran visual di permukaan laut. Sejumlah armada dikerahkan untuk menjangkau area pencarian, yakni KN Sarotama milik PLP Tanjung Uban, Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Tanjung Uban, serta Sea Rider Pos TNI AL Berakit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Fazzli, S.A.P., M.Si., mengatakan tim tidak hanya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga memperluas informasi pencarian melalui jaringan komunikasi lintas instansi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengirimkan informasi atau e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah perairan tersebut.
“Pada pencarian hari kedua ini, kami mengoptimalkan penyisiran permukaan menggunakan KN Sarotama dan mengirimkan e-broadcast melalui VTS Batam kepada kapal-kapal niaga yang melintas, serta HNSI Bintan,” ujar Fazzli.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus mengantisipasi kemungkinan korban ditemukan oleh kapal yang melintas maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Bintan.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Tanjung Uban, PLP Tanjung Uban, Polairud Polres Bintan, Pos TNI AL Berakit, VTS Batam, serta nelayan setempat.
Namun, hingga pukul 18.30 WIB, seluruh upaya penyisiran dan pemantauan belum membuahkan hasil. Korban masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara pada pukul 18.40 WIB untuk dilakukan evaluasi. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian pada Minggu (1/11/2026).
Tim SAR akan kembali mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia guna menemukan korban. (red)











