Banten – Sebanyak 32 titik di wilayah Serang, Banten, terdampak banjir bandang sejak Selasa (1/3/2022) kemaren.
Dari pantauan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, setidaknya ada 2.298 rumah warga yang terdampak.
Ribuan rumah warga itu tersebar di empat kecamatan, termasuk kawasan wisata ziarah Masjid Agung Banten di Kota Serang.
Akibatnya, sejumlah warga terpaksa diungsikan. Namun demikian, beberapa titik banjir sudah mulai surut pada Rabu (2/3/2022).
“Sebagian warga dievakuasi, ada juga beberapa lokasi yang airnya sudah surut,” kata Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan.
Diat menjelaskan, saat ini para pengungsi korban banjir Serang Banten membutuhkan makanan cepat saji.
Sejumlah akses jalan yang tertutup banjir membuat para korban kesulitan mendapatkan makanan.
Selain itu, para pengungsi juga membutuhkan pakaian dewasa dan anak-anak yang masih layak pakai, selimut, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, air bersih, dan lampu (lentera).
BPBD Banten menjelaskan, salah satu titik banjir adalah di Gerbang Perumahan Widya Asri Lontar Baru Kecamatan Serang.
Di lokasi itu ketinggian banjir sempat mencapai sekitar 1,5 meter dan sudah mulai surut
Lalu, di lingkungan Angsoka Jaya Kelurahan Kasemen ketinggian air mencapai sekitar 2 meter dengan dampak 35 rumah terendam air.
“Kondisi saat ini warga sudah dievakuasi,” kata Diat.
Selain itu, lanjutnya, di lingkungan Singandaru Kelurahan Serang ketinggian air sekitar 1,7 meter berdampak terhadap 70 rumah yang terendam.
Banjir juga merendam sekitar 300 rumah di lingkungan Kenari Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, dengan ketinggian air mencapai 5 meter.
Banjir juga membuat sejumlah pohon tumbang dan beberapa wilayah terjadi longsor.
“Ada juga rumah yang roboh, tanah longsor dan pohon tumbang,” kata Diat.
Sumber: kompas.com


