Aliansi Mahasiswa Kecewa Kepada DPRD Batam, Tak Ada Anggota Dewan Menemui Mereka Aksi

Aliansi Mahasiswa yang melakukan aksi demo di jalan Engku Putri Batam Centre

BATAM (HK) – Puluhan mahasiswa di Kota Batam melakukan aksi demo di jalan Engku Putri Batam Center depan kantor DPRD Kota Batam, Senin (11/4/2022).

Aliansi Mahasiswa yang melakukan aksi demo tersebut kecewa kepada DPRD Kota Batam, karena tidak ada dari anggota dewan yang menemui mereka, padahal aspirasi yang mereka sampaikan itu adalah isu nasional.

Dalam demo tersebut, selain menolak penundaan pemilu 2024, masa juga menyuarakan kenaikan harga sembako dan BBM.

Koordinator banyangan, Andre Saputra mengatakan, dalam demo tersebut aliansi mahasiswa Kota Batam mempunyai 5 tuntutan.

Pertama, menuntun dan mendesak akan ketegasa dan penjelasan dari Presiden RI, DPR RI dan kususnya DPRD Kota Batam untuk menolak penundaan pemilu 2024.

BACA JUGA:  MTQ IX Provinsi Kepri di Anambas Dimulai, Dibuka Langsung oleh Ansar

Sebab, hal itu telah melanggar dan melecehkan konstitusi negara. Kedua, menolak amandemen UUD 1945 yang ke-5 kali.

Ketiga, mendesak dan menuntut Presiden RI, melalui menteri perdangan untul menstabilkan harga bahan pokok dimasyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

Keempat, menolak kenaikan BBM. Kelima, mendesak dan menuntut Presiden RI untuk melakukan penundaan dan pengkajian ulang mengenai UU IKN, yang mana kebijakan tersebut akan mengalami dampak buruk dari segi hukum, lingkungan dan sosial.

“Serta dinilai sangat terburu-buru, yang mana UU ini dibuat dalam waktu 43 hari, yakni dari 17 Desember sampai 18 Januari 2022, yang terdiri dari 11 Bab dan 44 pasal,” ujarnya. (red)

BACA JUGA:  Ditpolairud Polda Kepri Tangkap Tiga Kurir Sabu di Karimun