Ekonomi Kota Batam Tumbuh 6,84 Persen

Dataran Engku Putri Batam Center nampak dari ketinggian

Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi semua pihak yang terus mendukung kebangkitan ekonomi Batam. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, ekonomi Batam tumbuh 6,84 persen pada 2022.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi terus meroket,” ujar Rudi, Selasa (28/2).

Sebelumnya, pada 2021, pertumbuhan ekonomi Batam di angka 4,75 persen dan di 2020 di angka -2,55 persen. Pertumbuhan ekonomi Kota Batam pun paling mencolok pada 2022, di mana Batam sukses menjadi daerah tertinggi pertumbuhan ekonomi dibandingkan daerah lain di Kepri.

“Ini kebangkitan Batam usai masa pandemi Covid-19,” katanya.

Ia mengatakan, kebangkitan ekonomi ini tak lepas dari peran semua pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

“Semua berperan, dan mari sama-sama ke depan kita membuat Batam lebih bangkit lagi dan 2023 harus lebih baik lagi,” katanya.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Warga Batam Galang Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar, Sumut dan Aceh

Di kesempatan itu, Rudi juga memaparkan, dalam menunjang lajunya ekonomi Batam, pihaknya membangun infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, bandara, jalan protokol, dan sebagainya.

“Termasuk juga jalan di kawasan perindustrian, ini penunjang investasi Batam supaya investor juga nyaman dan betah di Batam,” ujar Rudi yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut.

Sejalan dengan semangat dan cita-cita bersama serta tetap dalam sinergitas yang kompak dan kolektif, Pemko Batam dan BP Batam sudah melaksanakan berbagai program strategis pembangunan Batam.

Adapun, pembangunan yang dilakukan yakni pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai pusat logistik dan transit hub berkelas internasional.

Kemudian, peningkatan jalan-jalan utama Kota Batam dengan drainase yang memadai, sebagai pendukung utama konektivitas antar wilayah Batam untuk meningkatkan sektor industri dan pariwisata.

Peningkatan jalan itu seperti jalan pedestrian dari bi melewati depan ferry terminal dan bundaran BP Batam, pelebaran jalan RE Martadinata, pelebaran jalan kaveling Sambau, peningkatan jalan arteri Gajah Mada, penataan jalan kawasan terminal Batu Ampar.

BACA JUGA:  Ditengah Keresahan Buruh tentang UMK, Harga Sembako di Batam Naik Tajam

Selanjutnya, peningkatan/penataan jalan simpang Barelang (lanjutan), pelebaran jalan simpang Basecamp menuju simpang MAN, penataan lengan simpang Basecamp (lanjutan), peningkatan jalan simpang patung kuda ke simpang Bengkong Seken (lanjutan).

Tak hanya itu, penataan jalan (pelebaran jalan) simpang Kabil ke simpang Masjid Raya Batam Cebtre (lanjutan), penataan jalan simpang Tiban Princes ke Ciptaland Tiban Indah (lanjutan).

Selanjutnya, pembangunan drainase Dam Baloi (kantor pajak), peningkatan drainase kawasan aviari kelurahan buliang (lanjutan), peningkatan drainase pasar pjb kelurahan Sagulung Kota.

Selain pembangunan jalan, juga dilakukan pengembangan pelabuhan Batu Ampar untuk mendukung ekspor impor Kota Batam, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan Sekupang.

BACA JUGA:  KPUPR Resmikan Rusunawa Asrama Mahasiswa Terbaik di Batam

“Penghijauan Kota Batam melalui penanaman pohon jati emas disepanjang jalur-jalur strategis untuk menjadikan batam sebagai kota yang hijau, rindang dan indah,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana kelurahan (PSPK), dimana pada tahun 2022 ini dianggarkan rata-rata Rp2,5 miliar per Kelurahan di Kota Batam. (red)