Tanjungpinang – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta ingin memastikan persediaan minyak goreng aman. Untuk itu mereka rutin melakukan pemantauan ke distributor minyak goreng dan swalayan.

“Seminggu ke depan masih aman. Bahkan pekan depan bakal masuk lagi 150 tok ke Tanjungpinang. Karena itu kami minta masyarakat beli sesuai kebutuhan. Tak perlu panik,” kata Mohammad Endy Febri, Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Kamis (17/3/2022) petang.

Pemantau dilakukan juga sempena dengan relaksasi yang diberikan pemerintah. Apalagi sudah terbit Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2022 tentang relaksasi penerapan harga minyak goreng sawit kemasan sederhana dan kemasan premium tanggal 16 Maret 2022.

Pemberian relaksasi harga yang dimaksudkan untuk menghindari potensi terjadinya kelangkaan minyak goreng konsumsi rumah tangga tersebut, mencabut ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sawit yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022.

Sebelumnya maksimal harga minyak kemasan premium di angkat Rp14.000 dan minyak goreng curah sebesar Rp11.5000.

Dari pemantau, Endy menyampaikan bahwa stok masih tersedia di gudang distributor sampai dengan 40 ton. Dari distribusi yang dilakukan pun pemgantaran terus berlangsung ke dowline mereka.

Angka 40 ton, menurutnya, cukup untuk kebutuhan Kota Tanjungpinang satu minggu dalam kondisi normal. Apalagi distribusi yang dilakukan merata ke sejunlah titik. Dengan harga minyak goreng perliter 23 sampai dengan 24 ribu perliter.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Samsudi mengharapkan agar masyarakat tidak berulang melakukan panic buying. Karena stok aman.

Diperkirakan tanggal 21 atau 22 bulan ini ada masuk lagi stok minyak goreng 150 ton. Apabila panic buying ini terus berlangsung, pihaknya khawatirkan stok sangat – sangat menipis.

“Kami sarankan konsumen jangan dulu membeli dalam jumlah sangat besar lah, sesuai kebutuhan saja. Kami juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan Satgas Pangan Polres, Disperdagin Provinsi Kepri dan para distributor.” imbuhnya. (r)

 

Share.
Leave A Reply