BATAM – Batam Travel Mart 2026 resmi dibuka di Atrium Mega Mall Batam Centre, Kamis (15/10/2026). Sejak pembukaan, pameran pariwisata yang menjadi bagian dari rangkaian ASITA Kepri Travel Mart 2026 itu langsung menarik perhatian masyarakat yang berburu paket perjalanan dan promo wisata.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan kompang oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, serta Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty.
Berlangsung selama empat hari, 15–18 Oktober 2026, Batam Travel Mart menjadi ajang promosi bagi pelaku industri pariwisata untuk menawarkan beragam produk perjalanan sekaligus memperluas jaringan bisnis.
Mengusung konsep linkage tourism, kegiatan ini mendorong keterhubungan antardestinasi unggulan di Kepri. Batam diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pintu masuk bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bintan, Tanjungpinang, Karimun, dan daerah lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan kolaborasi antarpelaku industri menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau.
Menurutnya, posisi strategis Batam perlu dimanfaatkan untuk menggerakkan kunjungan wisata ke berbagai daerah di Kepri.
“Batam harus menjadi hub-nya wisatawan. Artinya, Batam menjadi pintu gerbang utama yang nantinya bisa menyebar ke destinasi-destinasi lain di Kepulauan Riau,” ujar Hasan.
Ia menegaskan, pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan wisatawan memperoleh informasi yang baik mengenai destinasi yang akan dikunjungi.
Hasan menyebutkan, hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan ke Kepri telah mencapai sekitar 1,4 juta kunjungan. Hampir 85 persen di antaranya tercatat di Batam, sedangkan sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota lainnya.
Melalui berbagai kegiatan promosi, termasuk Batam Travel Mart 2026, ia berharap target kunjungan wisatawan Kepri sebanyak 2,7 juta orang dapat tercapai.
Perkuat Promosi dan Citra Pariwisata Kepri
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengajak seluruh pelaku industri pariwisata memperkuat kolaborasi dan membangun narasi positif untuk meningkatkan daya tarik Batam dan Kepri di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, komunikasi publik memiliki peran penting dalam membentuk citra destinasi. Informasi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di daerah, kata dia, perlu disampaikan secara proporsional, akurat, dan disertai penjelasan mengenai langkah penanganannya.
Ia mencontohkan isu kabut asap dan gangguan listrik yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Penyampaian informasi sesuai kondisi di lapangan dinilai penting agar wisatawan memperoleh gambaran yang tepat mengenai situasi destinasi.
“Sebagai pelaku pariwisata Kepri, mari kita bangun narasi-narasi yang membuat wisatawan domestik dan mancanegara sangat ingin berkunjung ke provinsi dan pulau-pulau di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Ardiwinata menambahkan, penyelenggaraan Batam Travel Mart sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Batam memperkuat sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Sektor tersebut dinilai memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus aktivitas ekonomi daerah melalui penyelenggaraan pertemuan bisnis, seminar, simposium, pameran, serta kegiatan business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C).
Ia berharap Batam Travel Mart menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperluas jejaring, memperkuat promosi destinasi, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Melalui sinergi pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media, Batam diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan bisnis dan MICE di Indonesia.
Hadirkan Agenda B2C dan B2B
Ketua DPD ASITA Kepri, Eva Betty, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kepri dan Disbudpar Batam atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan panitia yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan Batam Travel Mart 2026.
ASITA Kepri Travel Mart 2026 menghadirkan dua agenda utama, yakni B2C dan B2B.
Agenda B2C berlangsung melalui pameran pariwisata di Atrium Mega Mall Batam Centre pada 15–18 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai sektor industri, mulai dari perhotelan, biro perjalanan, pengelola destinasi wisata, hingga komunitas golf.
Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat mencari informasi perjalanan, membandingkan penawaran, serta memanfaatkan beragam paket dan promo wisata yang tersedia.
Sementara itu, agenda B2B dirancang untuk mempertemukan buyer dan seller dari industri pariwisata dengan target sekitar 100 peserta dari dalam dan luar negeri.
Pertemuan bisnis ini diharapkan membuka peluang kemitraan baru, memperluas pasar, dan memperkuat promosi destinasi unggulan Kepulauan Riau. (red)











