Batam – Perjanjian Kerjasama antara Internasional Business Association (IBA) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus diwujudkan melalui program Labour Care yang di launching oleh IBA.

Program Labour Care tetap berlanjut di beberapa negara selama pandemi, IBA juga dengan cepat mengunjungi negara yang sudah membuka perbatasannya pada awal bulan April.

Salah satu negara tujuan IBA adalah Malaysia. Pada kunjungan tersebut IBA berkesempatan mengunjungi KBRI dan berbuka puasa bersama komunitas PMI di Malaysia beserta anggota pengurus Sarbumusi, Gerakan pemuda Anshor dan Pertimig.

Dimana melalui acara buka puasa bersama tersebut, para PMI di Malaysia mengenal adanya IBA dan mengetahui tujuan kerjasama antara BP2MI dan IBA.

Ade, salah satu anggota IBA mengatakan, baru-baru ini pihaknya membantu percepat pemulangan salah seorang PMI, bernama Erwin yang bekerja di Malaysia, mengalami peristiwa naas pada 8 April 2022.

Dimana truk menabrak Erwin dan melindas setengah badannya saat hendak menyebrangi jalan, supir truk tersebut melarikan diri. Atas peristiwa itu Erwin dilarikan ke rumah sakit setempat untuk medapatkan pertolongan.

“Namun karena luka yang serius, kaki kirinya harus diamputasi, di juga mengalami luka parah dibagian perutnya,” ucap Ade, Selasa (26/4).

Dikatakan Ade, dari kecelakaan tersebut memakan biaya yang besar untuk biaya berobat, keluarga Erwin sudah menghabiskan semua tabungan dan aset dikampung untuk membiayai perawatannya di rumah sakit Malaysia, pihak keluarga menginginkan Erwin untuk dipulangkan ke tanah air.

Bantuan kepada Erwin datang dari berbagai pihak terutama komunitas Anshor dan juga Pertimig. Melalui perkenalan saat berbuka puasa beberapa hari sebelumnya, pimpinan komunitas mengetahui
peran IBA yang bekerjasama dengan BP2MI dalam upaya memperhatikan para PMI di luar negri.

“Kemudian IBA dihubungi untuk membantu memberikan informasi terkait Erwin dan bantuan yang dibutuhkan agar kasusnya bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Disebutkannya, melalui informasi dari IBA kepada BP2MI, dalam waktu yang singkat komunitas sukarelawan di Malaysia dihubungi oleh BP2MI dan pihak KBRI tentunya membantu percepatan sejumlah proses validasi dokumen.

Semua bantuan diupayakan agar Erwin bisa segera dipulangkan ke tanah air dengan
segala fasilitas yang dibutuhkan. Proses kepulangan cukup lancar dan semua itu berkat kepedulian semua pihak yang terlibat dan peduli dengan teman PMI di luar negari.

Saat ini Erwin telah berada di Indonesia tepatnya di Kota Batam dan dirawat di RSBP Batam dengan kondisi yang jauh lebih baik dan pihak keluarga juga telah berada disisinya untuk merawatnya.

“Anggota IBA di Batam juga mengunjungi Ibu Erwin ke Rumah Sakit tempat ia dirawat dengan membawa doa serta bantuan pengobatan. Semoga kesembuhan terus dirasakan oleh Ibu Erwin dan bisa kembali pulang berkumpul dengan keluarga besarnya di kampung halamannya,” ungkapnya.

Saat dikunjungi, Erwin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan kepada IBA.

“Terimakasih IBA atas bantuannya, karena kerjasama dengan Bp2MI, musibah saya bisa lebih cepat tertangani, saya korban tabrak lari, kaki sudah amputasi dan kondisi perut yang parah, saya tidak bisa pulang, keluarga menunggu saya,” kata Erwin.

Tapi lanjutnya, karena IBA gerak cepat menghubungi pihak-pihak terkait sehingga alhamdulilah sekarang ada di rumah sakit Batam.

“Saya mau menghimbau teman- teman PMI di luar negeri, bahwa IBA memang bekerja positif dan tulus yang saya rasakan, dan bantuan donasinya juga. Tiada lain yang bisa saya katakan selain terimakasih sama IBA dan semua pihak yang ikut memperhatikan,” imbuhnya. (r)

Share.
Leave A Reply