Close Menu
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
  • Beranda
  • Daerah
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Bisnis
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
13 Juli 2026
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
SUBSCRIBE
  • Beranda
  • Daerah
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Bisnis
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
Lingkaran.co.idLingkaran.co.id
Home » Karena Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Cabai, pada Maret 2022 Kepri Inflasi 0,68 Persen  
Batam

Karena Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Cabai, pada Maret 2022 Kepri Inflasi 0,68 Persen  

By adminRabu, 06/04/2022 - 04:59 WIBTidak ada komentar3 Mins Read
Minyak Goreng (Ilustrasi)
Share
Facebook Twitter Reddit Telegram Pinterest Email

Batam – Pada Maret 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,68 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Februari 2022 yang mengalami deflasi sebesar -0,42 persen (mtm).

Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok volatile food yakni minyak goreng dan cabai merah. Pada saat yang sama, IHK Nasional juga tercatat mengalami inflasi sebesar 0,66 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan deflasi pada Februari 2022 yang tercatat sebesar -0,02 persen (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kepri pada Maret 2022 mengalami inflasi sebesar 3,24 persen, atau meningkat dibandingkan Februari 2022 sebesar 2,47 persen, namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi Nasional sebesar 3 + 1 persen.

Wakil ketua TPID Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja mengatakan, inflasi di Kepri pada Maret 2022 bersumber dari kenaikan harga komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau utamanya minyak goreng sejalan dengan kebanyakan Pemerintah untuk menyesuaikan harga minyak goreng kemasan sesuai dengan harga pasar.

Sementara itu, kenaikan cabai merah didorong oleh menurunnya pasokan dari sentral produsen seiring dengan perubahan siklus panen akibat pergeseran musim tanam. Secara spasial, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,73 persen, sedangkan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam mengalami inflasi sebesar 3,39 persen, dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 2,15 persen.

“Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam adalah minyak goreng, cabai merah dan angkutan udara, sedangkan komoditas penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang adalah cabai merah, minyak goreng, dan kue kering,” ucap Musni, Senin (4/4/2022).

Disampaikan Musni, memasuki bulan April 2022, tekanan inflasi diperkirakan masih cukup tinggi. Beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain:

Pertama, Peningkatan permintaan angkutan udara menjelang Idul Fitri. Kedua, Penyesuaian harga BBM non subsidi seiring tingginya harga minyak dunia. Ketiga, meningkatnya kebutuhan bahan pangan strategis masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Sehubungan dengan hal tersebut, upaya pengendalian inflasi oleh TPID pada April akan difokuskan untuk memastikan ketersediaan stok, menjaga kelancaran distribusi, dan memastikan keterjangkauan harga.

Dengan terus memastikan kelancaran aktivitas bongkar muat dan ketersediaan stok bahan pangan strategis pada distributor dan Bulog, serta melakukan monitoring harga bahan pangan.

Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk dapat berbelanja secara byak dan tidak berlebihan sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan tekanan inflasi secara signifikan.

Dalam jangka panjang, TPID akan terus mendorong upaya pengendalian inflasi dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal.

Melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan lahan dan implementasi teknik budidaya yang lebih baik seperti Program Lipat Ganda, program urban farming, dan digital farming kepada petani dan nelayan.

“TPID juga akan terus mendorong pemasaran bahan pangan secara online yang diintegrasikan dengan pembayaran secara digital (QRIS),” pungkasnya. (red)

 

Inflasi kepri Karena Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Cabai pada Maret 2022 Kepri Inflasi Musni Hardi K. Atmaja Wakil ketua TPID Provinsi Kepri
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Reddit Email
Previous ArticleBI Siapkan Uang Rp2,11 Triliun untuk Kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri di Kepri  
Next Article Sekda Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari Diganti  
admin
  • Website

Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Batam Kembali Juara Umum MTQ Kepri

By adminJumat, 10/07/2026 - 22:08 WIB

BATAM – Kota Batam kembali menegaskan dominasinya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi…

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas, untuk Perkuat Pengawasan Laut Natuna Utara

Jumat, 10/07/2026 - 21:51 WIB

Batam Jadi Percontohan Nasional SiTaskin Pesisir, Kemiskinan Turun ke 3,81 Persen

Rabu, 08/07/2026 - 22:35 WIB

Batam Butuh Lex Specialis Kependudukan untuk Kendalikan Migrasi

Rabu, 08/07/2026 - 22:26 WIB
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
© copyright 2026 lingkaran.co.id | Kabar Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.