Batam – Tidak kurang dari 19 unit rumah dan satu tempat ibadah menjadi objek penggusuran yang terjadi di wilayah RT. 004, RW. 005 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam pada Minggu (22/5/2022).
Menurut ketua RW. 005 kelurahan Tanjung Sengkuang Dedi Handres menyesalkan masalah ini terjadi, karena penggusuran tersebut tidak melalui pemberitahuan sebelumnya kepada pihak RW/RT.
” Penggusuran ini dilakukan oleh salah satu perusahaan yang ada diwilayah Tanjung Sengkuang dengan pengawalan ratusan orang yang tidak dikenal” ujar Dedi.
Lebih lanjut Ketua RW 005 Dedi Handres mengatakan bahwa saat penggusuran berlangsung sekitar jam 10 WIB, sehingga warga yang ada dirumah yang digusur tersebut hanya para ibu-ibu dan anak-ana, sehingga proses pengusuran tersebut menimbulkan traumatik dikalangan ibu-ibu dan anak-anak.
“Saya mewakili seluruh warga yang terkena penggusuran mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah dan akaan membantu kami dalam menyelesaikan permasalah ini , dan berharap, kepada pemerintah serta stakeholder dari yang terendah, agar dapat menyelesaikan masalah kami ini dengan baik dan adil sesuai dengan azas hukum dan norma norma yang berlaku di daerah kita” pungkas Dedi.
Menanggapi terjadinya penggusuran yang terjadi di RW.005 kelurahan Tanjung Sengkuang, mendapat simpati dan empati dari M.Al Ikhsan selaku tokoh pemuda yang juga kader partai Demokrat Kota Batam, yang turun langsung melihat situasi dan kondisi warga yang telah digusur.
” Kehadiran kami di lokasi penggusuran ini selain rasa simpati dan empati, kami selaku kader partai menampung keluhan dari warga yang terkena penggusuran, yang kemudian kami carikan solusi permasalahan warga secara optimal,” ucap ikhsan.
Saat disinggung bentuk kepedulian yang akan diberikan kepada masyarakat yang rumahnya terkena penggusuran , kader partai Demokrat kota Batam ini menyampaikan akan berusaha bersama sama dengan simpatisan partai Demokrat yang lain untuk membantu baik dalam bentuk materi maupun seprituil dalam waktu dekat ini.
” Yang terpenting sekarang bagai mana adanya kehadiran psikis untuk membantu memulihkan semangat para ibu ibu dan anak anak yang saat penggusuran berhadapan langsung dengan tim penggusur” lanjut ikhsan. (r/red)











