Batam – Ratusan atlet perguruan Karate Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam mengikuti ujian kenaikan sabuk di halaman Mako Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Minggu (5/6/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh dua dewan guru Karate-Do Tako Indonesia, yaitu dewan guru Sabarman Damanik dari Provinsi Riau dan dewan guru Teguhsi dari Sumatera Utara (Sumut).

Kemudian juga hadir langsung Ketua Karate-Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam, Anggiat Manurung dan Senpai Andi Sekretaris Komtek Sumut yang punya sertifikasi pelatihan nasional.


206 atlet perguruan Karate Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam mengikuti ujian kenaikan sabuk, Minggu (5/6/2022) di halaman Mako Satpol PP Kota Batam

Dewan guru Karate-Do Tako Indonesia, Teguhsi dari Sumatera Utara (Sumut) mengatakan, pihaknya mendukung untuk peningkatan prestasi para atlet Karate-Do Tako Batam.

“Kamampuan atlet yang ikut tes ini luar biasa dan mempunyai semangat yang tinggi. Kami minta untuk terus berlatih, dengan banyak berlatih maka apa yang kita inginkan akan bisa tercapai dan meraih prestasi,” ucap Teguhsi.

Pada kesempatan tersebut, Teguhsi mengucapkan terimakasih kepada Udin P Sihaloho anggota DPRD Kota Batam yang juga selaku pembina Karate-Do Tako Indonesia Cabang Batam yang telah berkontribusi banyak untuk Karate-Do Tako.

Dikesempatan yang sama, guru Karate-Do Tako Indonesia, Sabarman Damanik dari Provinsi Riau menyampaikan, dia mengapresiasi ketua pengcab Karate-Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam, Anggiat Manurung dan jajarannya.

Sebab, ujian kenaikan sabuk tersebut sesuai dengan yang telah di programkan dan mendatangkan para guru yang berprestasi. Hal itu suatu bukti bahwa keseriusan dalam membesarkan Karate-Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam.

“Kita berharap kepada ketua pengcab Karate-Do Tako Batam untuk terus menurunkan anggotanya ke berbagai kejuaraan yang ada, guna untuk meningkatkan kemampuan anak-anak atlet kita ini hingga bisa meraih kejuaraan pada PON yang akan digelar di Sumut dan Aceh nantinya,” pesannya.

Dia mengaku optimis dengan seringnya berlatih para atelet maka Karate-Do Tako Batam yang cukup luar biasa akan bisa meraih kejuaraan di tingkat nasional.

“Hal itu juga sejalan dengan target dari para pengurus Karate-Do Tako Batam yang tak henti-hentinya berlatih. Ini adalah langkah dasar untuk bisa meraih kejuaraan tersebut,” katanya.

Senpai Andi Sekretaris Komtek Karate-Do Tako Sumatera Utara mengatakan, hal mendasar yang harus dipahami oleh seorang karateka itu ada tiga. Pertama, kihon (gerakan dasar dikuasai).

Kedua, kata (rangkaian gerakan dasar), sehingga nanti gerakan dasar itu mempunyai makna, ada kandungan beladiri yang biasa disebut dengan bingkai kata.

“Yang ketiga adalah komite. Komite itu adalah untuk menguji apakah seorang karateka sudah mampu untuk mempraktekkan gerakan-gerakan karate itu melawan musuh atau lawan dengan cara yang benar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Karate-Do Tako Indonesia Cabang Kota Batam, Anggiat Manurung menyampaikan, Karateka yang mengikuti tes tersebut sebanyak 206 orang.

“Yang terdiri dari semua tingkatan, yakni dari sabuk putih ke kuning, dari sabuk kuning ke biru, dari sabuk hijau ke biru dan coklat,” kata Anggiat.

Disebutkan Anggiat, hingga saat ini pihaknya komitmen untuk mengadakan ujian kenaikan sabuk tersebut 2 kali dalam setahun, yakni satu kali 6 bulan.

“Saat ini Karate-Do Tako salah satu yang sangat diperhitungkan di Indonesia. Untuk menuju PON Sumut dan Aceh kita membuat program. Pada bulan November nanti ada Porprov di Bintan dan kita akan ikut, setelah itu ada Pra PON dan PON,” ucap Anggiat.

Maka dari itu lanjutnya, setiap ujian kenaikan sabuk pihaknya mendatangkan dewan guru dengan harapan para atlet mendapatkan arahan, ilmu dan paham seperti apa seorang karateka itu.

“Saat ini untuk di Kota Batam atlet kita ada sekitar 500 orang dan membanggakan, kemaren waktu PON di Papua atlet kita ikut. Untuk di PON Sumut dan Aceh nanti kita tergetkan minimal 4 atlet harus lulus ke PON,” imbuhnya. (mri)

 

 

Share.
Leave A Reply