BATAM – Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan inovatif dengan mengembangkan alat otomatis pendeteksi dan pengusir monyet.
Program ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa UNRIKA, yaitu Fardin Hasibuan, Muhammad Irsyam, Toni Kusuma Wijaya, Stiven Ewin Sianipar, Edo Wardiansyah, Jumiati Ratuloli, dan Yoga Parendi.
Alat ini dirancang di laboratorium Universitas Riau Kepulauan dengan memanfaatkan microcontroller Raspberry Pi.
Cara kerjanya sederhana namun efektif, yaitu kamera yang terpasang akan mendeteksi keberadaan monyet, kemudian sistem mengolah data tersebut dan mengeluarkan suara tembakan keras selama 15 detik.
Selama monyet masih terdeteksi, suara tembakan akan terus berbunyi sehingga hewan tersebut meninggalkan area perkebunan.
Dengan mekanisme ini, petani tidak perlu lagi berjaga secara manual untuk menghalau hama monyet yang kerap merusak tanaman di kebun.
Pemasangan alat dilakukan pada 23–31 Agustus 2025 di kawasan pertanian Rempang Cate, Batam. Setelah melalui uji coba, alat ini kemudian diserahkan secara resmi kepada Kelompok Tani Tunas Baru yang diwakili oleh Afriandi.
Dalam kesempatan tersebut, Afriandi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Dia sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Riau Kepulauan, serta seluruh tim yang telah menghadirkan inovasi ini.
“Dengan adanya alat ini, tanaman kami lebih aman dari gangguan monyet. Harapan kami, program seperti ini bisa diterapkan di tempat lain, bahkan dikembangkan untuk menghalau hama lain seperti babi,” ujarnya.
Ketua tim dosen UNRIKA, Fardin Hasibuan, menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini tidak hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus.
“Kami ingin menghadirkan teknologi tepat guna yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian aplikatif yang berdampak nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan LPPM UNRIKA menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Universitas Riau Kepulauan berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kami berharap hasil dari pengabdian ini dapat direplikasi di wilayah lain,” jelasnya.
Dengan adanya alat otomatis pengusir monyet ini, petani di Rempang Cate kini lebih tenang dalam menjaga kebun mereka. Inovasi ini diharapkan tidak hanya melindungi hasil pertanian dari kerusakan, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Kedepan, UNRIKA berencana untuk mengembangkan sistem serupa untuk menghadapi hama pertanian lainnya, seperti babi hutan, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat. (red)


