Batam – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin menyoroti seringnya kejadian kecelakaan kerja di perusahaan galangan kapal di Kota Batam.
Sebagaimana diketahui, pada Selasa (26/7/2022) lalu kecelakaan kerja terjadi di PT. Buana Express Shipyard yang beralamat di Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Korban bernama M. Simbolon, pekerja galangan di perusahaan tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit, karena mengalami luka serius akibat ledakan tabung gas yang ada di atas kapal tongkang yang dikerjakannya di kawasan galangan PT Buana Express Shipyard tersebut.
Kemudian pada Rabu (27/7/2022) malam, seorang pekerja galangan kapal di PT Citra Shipyard Sagulung, Kota Batam juga mengalami laka kerja dan korban meninggal dunia karena kesetrum listrik saat sedang bekerja.
“Perlu pengawasan ketat dilapangan terkait safety pekerja di perusahaan. Seringnya kejadian laka kerja itu salah satu penyebabnya adalah karena minim pengawasan dari Disnaker. Pengawasan itu ini perlu diperketat lagi,” kata Wahyu Wahyudin, Jumat (29/7/2022).
Ditegaskan Wahyu Wahyudin, seharusnya Disnaker Provinsi Kepri rutin melakukan pengecekan safety di perusahaan-perusaan yang ada di tanah melayu ini, minimal 3 bulan sekali.
Adapun yang mengawasi safety itu adalah Disnaker, karena ada bagian pengawasan safety. Jika petugas Disnaker menemukan tidak bagus safety kerja maka Disnaker wajib merekomemdasi untuk diganti safety tersebut dan bahkan ada sanksinya.
“Untuk pengawasan itu anggaran biasanya ada. Kendala Disnaker saya belum tahu kenapa lemah pengawasannya,” kata politisi PKS tersebut. (heri)









