Tanjungbalai – Sejumlah Mantan karyawan PT. ARKACO demo turun ke lokasi dimana tempat lahan yang di janjikan pihak manajemen perusahaan. Dengan menggunakan poster mereka meminta agar bapak presiden turun tangan, Senin (27/6/2022).

Perwakilan aksi demo, Syafri merupakan mantan pengawas perkebunan kelapa PT. ARKACO sekitar 25 Tahun yang lalu, bahwa Perusahaan pernah menjanjikan sebidang tanah untuk di jadikan perumahan.Namun hingga saat ini janji tersebut belum terpenuhi.

“Kami adalah mantan karyawan PT Arkaco yang di janjikan sebidang tanah untuk karyawan, mana janjimu suryono, pak jowoki mohon turun tangan” ujarnya saat melakukan aksi.

Syafri juga menilai bahwa PT Arkaco yang luasnya sekitar 608 Ha merupakan tanah negara diduga telah dibagi-bagi hingga diperjualbelikan kepada masyarakat, pejabat pemerintah kota dan Badan Pertanahan Nasional Kota tanjungbalai.

“Tanah seluas 608 Ha tanah negara, kenapa tanah negara bisa di jual dan bahkan banyak yang sudah membuat sertifikat, kita juga menduga dalam hal ini pihak Badan Pertanahan Nasional Kota Tanjungbalai juga terlibat, mengingat tanah tersebut milik negara kenapa bisa dikuasai oleh per orangan”, ujar syafri.

Dalam waktu dekat, syafri dan kawan-kawan akan mengadukan hal ini kepada bapak presiden, Badan pertanahan Nasional (BPN Pusat),kapolri, sehingga dapat mengusut tuntas mafia tanah yang ada di kota tanjungbalai khusunya di PT Arkaco.

“Kita akan mengadukan persoalan ini kepada bapak pjokowi, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, dan Kapolri agar mengusut Mafia tanah yang ada di kota Tanjungbalai karena banyak pejabat yang terlibat”, lanjutnya.

Tidak hanya itu, beberapa kali syafri dan kawan-kawan Mantan karyawan PT. ARKACO juga mengadukan hal ini kepada DPRD Kota Tanjungbalai dan sudah Memanggil untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak Perusahaan dan karyawan.

Namun pihak Perusahaan tidak pernah hadir dan tak kunjung ada titik temu. Setelah menyampaikan aspirasi beberapa jam syafri dan kawan-kawan membubarkan diri dengan tertib. (fenji)

 

Share.
Leave A Reply