Pasaman Barat – Polres Pasaman Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di SD Negeri 19 Lembah Melintang yang berada di Jorong Batang Gunung, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupeten Pasaman Barat.
Dalam kasus tersebut, 3 orang pelaku diringkus polosi. Mereka mengambil 13 unit chroomebook, 1 unit laptop dan 3 unit projektor infokus milik sekolah tersebut.
Aksi itu dilakukan oleh para pelaku pada Selasa (6/6/2023) lalu sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Basuki mengatakan, tiga tersangka yang ditangkapnya itu yakni inisial RH (35), SH (26) dan AS (26).
“Dalam kasus ini tersangkanya ada 5 orang, 2 pelaku lainnya masih dalam pengejaran (DPO), yaitu bernama Dudet (30) dan Andi (35),” kata AKBP Agung Basuki saat konferensi pers di Polres Pasaman Barat, Sabtu (22/7/2023).
Disampaikan AKBP Agung Basuki, para 5 orang tersebut berbeda perannya, Dudet (30) dan Andi (35) yang saat ini sedang DPO merupakan pelaku yang melakukan pencurian langsung ke sekolah.
“Sementara AS (26) sebagai penjual, RH (35) dan SH (26) mencuri barang elektronik tersebut dari pelaku Dudet dan Andi,” tuturnya.
Dikatakannya, kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari pihak sekolah, kemudian dilakukan penyelidikan.
Setelah dilakukan penyelidikan tim mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi yang akan dilakukan oleh pelaku untuk menjual laptop dari hasil curian tersebut.
“Atas informasi itu Polsek Lembah melintang langsung melakukan penangkapan dan pengembangan terhadap pelaku. Akibat dari kejadian ini SDN 19 Lembah Melintang mengalami kerugian sekitar Rp100 juta,” jelasnya.
Saat ditangkap, tersangka SH sempat melakukan perlawanan kepada petugas, sedangkan tersangka Dudet dan And melarikan diri dan sampai saat ini menjadi DPO.
“Kepada tersangka dikenakan pasal yang berbeda, RH dan SH diancam dengan pasal 363 Jo 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan AS dikenakan pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun,” tututnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengaktifkan kembali siskamling guna untuk mengantusipasi terjadi hal yang tidak diinginkan dan kasus serupa tidak terulang lagi. (By Roni)


