Batam – Diduga adanya kecurangan, puluhan orang tua siswa berunjuk rasa di SMA Negeri 3 Batam. Mereka mempertanyakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TP. 2021/2022 di sekolah tersebut, Sabtu (24/7/2021).
Pasalnya dari daya tampung 288 siswa ada 81 tambahan siswa yang diterima pada gelombang ke 2 diluar jalur zonasi. Sementara dari pihak sekolahan berargumen tidak ada penambahan kelas.
Suherman selaku koordinator aksi demo mengatakan, kami sudah 3 Minggu mengadakan aksi mencari perhatian kepada pihak sekolah SMA Negeri 3 Batam. Dari sistem PPDB daya tampung 288 siswa, namun ada gelombang ke 2 dengan penerimaan 81 siswa.
“Pertanyaan bagi kami ada tambahan 81 siswa yang sudah daring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dari mana mereka. Kenapa kami 32 orang tua siswa yang tadinya memohon dari awal tidak ditanggapi,” ucap Suherman.
Disampaikan Suherman, tentu hal ini membuat para orang tua wali murid memohon kepada kebijakan pemerintah ataupun pemangku jabatan yang mengambil keputusan dalam hal ini, perhatikanlah warga yang tidak mampu.
“Harapannya, jika ada 1 lokal penambahan berikanlah ke kami, agar anak-anak kami dapat diterima dan sekolah di SMA Negeri 3 Batam,” tuturnya.
Tak hanya itu, hal yang serupa turut dirasakan oleh orang tua wali murid, Imron, dia menyampaikan bahwa ada 32 orang tua wali murid yang tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam dan dilempar ke sekolah yang jauh.
“Seandainya anak kami diperjalanan, contoh naik kendaraan jatuh siapa yang tanggung jawab. Padahal kami masuk jalur zonasi namun tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bahwa dia tinggal di Perumahan Bukit Raya dan jarak tempuh kesekolah tersbut hanya 800 meter saja, namun anaknya tidak diterima.
Sementara anaknya itu tidak ada mendaftar kemana pun selain di SMA Negeri 3 Batam itu, tapi tetap tidak diterima anaknya.
“Permasalahannya apa, saya sudah 4 tahun tinggal disini bahkan RT saya sudah datang ke sekolah minta mohon warganya diterima, tapi tetap tidak diterima sampai sekarang,” bebernya.
“Saya ingin jumpa sama Kepala sekolah tidak pernah diizinkan, apakah hanya orang kaya yang bisa sekolah disini, bagaimana nasib rakyat kecil, apa tidak bisa sekolah,” tutupnya dengan nada kesal.
Ditempat yang sama, Mezia salah satu orang tua wali murid berharap, terimalah anak kami disini, bagaimana nasib anak kami sudah satu bulan tidak sekolah sementara teman-temannya sudah belajar daring, bagaimana perasaan anak kami. Terimalah anak kami sekolah disini, pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Batam, Vivi Kusuma Effendi saat dikonfirmasi awak media masih enggan memberikan komentar. (red)


